Friday, 6 March 2015

Tuhan itu yang mana ?


Tuhan itu yang mana ?
Pernahkah dalam hati kita bertanya-tanya siapakah tuhan kita ? yang manakah Alloh itu ? seakan kita ingin tahu Alloh itu seperti apa, seakan kita ingin dapat buktinya seperti apa . hmm tapi jangan seperti saudaraku, karena itu hanya akan memper rieut kita, mempersempit pikiran kita, tugas kita hanya mengimaninya dan tak usah memikirkan Alloh itu seperti . betul gak ?
Pernahkah kita mendengar kisah nabi musa yang ingin melihat tuhannya? Pasti tahukah.
Pada saat itu nabi musa memohon kepada Alloh untuk mendampakkan diri, dan Alloh berkata kepada nabi musa, engkau takkan sanggup melihat, dan Alloh perintahkan kepada nabi musa untuk terus menatap tebing yang ada didepannya dan seakan nabi musa tak sanggup melihatnya, dan nabi musa pun bertobat pada saat itu .
Ayo mari bertobat ketika kita sibuk memikirkan seperti apa sih Alloh itu, mari ucapkan istigfar “astagfirulloh” . tenangkan hati dan pikirannya , mari lanjut .
Setiap orang pasti pernah mengalami masa pencarian tuhannya dan mencari jalan yang terbaik untuk dirinya memikirkan tujuan hidup ini. Pastikan setiap muslim mempunyai tujuan dalam hidupnya kalo tak punya tujuan dalam hidupnya itu patut dipertanyakan kemanusiaannya, karena orang yang hidup itu pasti punya tujuan pikiran dan apa yang diingin kalo tak punya dia disebut , tapi bisa aja mungkin disebut orang yang tak normal mah .
Seperti halnya nabi ibrahim yang pada saat itu bingung dengan apa yang disembuh oleh manusia karena manusia membuat patung-patung yang disembah orang dirinya. Kita cerita lagi tentang nabi kita sekarang nabi ibrahim, mari simak .
Rasa ingin tahu merasuki jiwa Ibrahim, selama ini ia hanya melihat bongkahan batu dan tanah di dalam gua. Ketika ibunya sedang pergi ke kota mencari makanan, ia pun mencoba keluar gua. Begitu menapakkan kakinya di luar gua, Ibrahim tercengang. Ia benar-benar takjub melihat alam yang sangat luas, gunung-gunung menjulang tinggi, langit biru terbentang luas, ombak laut berkejar-kejaran. Di siang hari ia melihat cerahnya mentari, di malam hari ia melihat sinar bulan yang menerangi malam.
Sejak kecil Nabi Ibrahim sudah mendapat petunjuk dari Tuhan, ia merasa heran melihat orang-orang yang menyembah patung padahal patung-patung itu tak bisa bicara, tak bisa melihat, tak bisa mendengar dan tak bisa memberikan pertolongan. Mengapa mereka menyembah benda mati ?” demikian pertanyaan yang timbul di benak Ibrahim. Jika ia bertemu dengan unta, kambing dan domba-domba selalu bergolak pertanyaan dalam hatinya, siapakah yang menciptakan semua itu ? Ibrahim ingin mencari siapakah yang berkuasa atas semua ini, siapakah seharusnya yang pantas dijadikan Tuhan dan wajib disembah ? Ketika malam tiba, ia melihat bulan dan bintang-bintang, namun bulan itu akhirnya tenggelam tak tampak lagi. Pada siang hari ia melihat matahari, namun disenja hari matahari itu juga tenggelam tak Nampak lagi. Ibrahim berkata dalam hatinya : “Aku tidak suka bertuhan yang tenggelam itu.” Akhirnya Ibrahim dapat menemukan kesimpulan, akal pikirannya yang masih suci bersih itu memutuskan bahwa Tuhan adalah Yang menciptakan semua alam ini. Berkata dalam hatinya : “Tuhanku adalah yang menciptakan langit dan bumi, Tuhanku yang menciptakan manusia, tetumbuhan, hewan dan apa-apa saja yang terdapat di muka bumi ini.
Udah dibacanya, udah paham ? dalam pencarian tuhannya beliau terus memikirkan dengan akalnya tentang penciptaan bumi, siapakah yang menciptakan semua ini, dan akhirnya beliau bisa menyimpulkan bahwa tuhan itu yang menciptakan segalanya dan tak bisa dilihat. So bahwa tuhan itu yang tak bisa dilihat, tuhan itu yang menciptakan semua ini menciptakan kita dan menciptakan seluruh alam semesta ini baik didalamnya maupun diluarnya .
Dan setiap pencarian tuhan atau kebaikan membutuhkan proses yang harus kita jalani, pemikiran yang harus kita pakai dan hati yang kuat untuk berjuang. Dengan pengorbanan beberapa hari beberapa waktu beberapa bulan bahkan beberapa tahun bisa jadi. Dengan jalan seperti itulah cara tuhan untuk meneguhkan kita untuk selalu beriman kepadanya, berdoa kepadanya dan bergantung kepadanya setiap ada masalah dengan perjuangan yang dijalani . dan dengan itu juga cara tuhan untuk menumbuhkan rasa cinta dan pengorbanan dalam ketaqwaan padaNya . karena pada hakikatnya rasa taqwa itu berbarengan dengan rasa cinta kepada ibadah, berdoa dan curhatan masalah kepadNya . betul gak ? udah benar-benar taqwa belum? Kalo belum berarti kita sama J .
Saudaraku, pada hakikatnya semua orang yang hidup ke dunia ini sudah ditunjukan kepada jalan yang baik dan jalan yang tidak baik, dengan kebijakan setiap manusia mereka akan dipilihkan dalam hal itu atas skenario yang telah Alloh berikan, menghadapi semua itu pasti akan terjadi, yang jelas sebijak apakah kita dalam memilih jalan kita didunia, apakah kita akan memilih jalan yang baik atau jalan yang buruk . semoga kita terus memilih jalan yang dan tidak tergoda dengan jalan yang tidak baik yang hanya akan menipu kita dan tak ada bekal amal untuk akhirat kita .
Kemanapun engkau pergi waspadalah dengan godaan-godaan yang ada di depannya karena godaan akan datang kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa saja .

Bekallah ilmu ketika engkau berpergian dan bekallah amal ketika kau mati .

dalam catatan tarbiyah 
to be continue

No comments:

Post a Comment