Indahnya islam
Memang benar bahwa hidayah itu
datang pada siapa saja. Saya mengenal dakwah ini melalui kegiatan bernama
tarbiyah sejak MAN kelas satu. Mulanya saya diajak oleh seorang kakak kelas
yang kebetulan adalah rekan diosis saya sendiri . Sebut saja namanya Kak opik .
Sejak awal saya memang sangat mengagumi sosoknya. Selain cerdas, baik, dan
ramah, Kekagumanku semakin bertambah saat masuk MAN. Kak opik didaulat sebagai
salah satu siswa berprestasi dalam pakaiannya yang begitu rapih. Selain itu,
beliau juga sering mengingatkan teman sekelasnya dan memberi ilmu islami. Tak
peduli orang mau mengatakan “sok alim”. Ia tetap PD (percaya diri) dengan apa
yang diamalkannya.
Suatu hari, saat jam istirahat Kak Opik menghampiri kelasku. Beliau mengajak aku ikut pengajian dengannya saat pulang sekolah nanti. Aku pun nurut aja. Dalam hati aku berkata “Wah, kebetulan banget. Padahal dari dulu aku pengen banget kenal dan ngobrol sama Kak Opik. Eh, ternyata dia yang duluan ngajak aku kenalan dan ngobrol”. Pulang sekolah pun aku bergegas ke masjid sekolah. Aku langsung shalat Dhuhur dulu sambil menunggu Kak Opik. Saat itu aku ngajak salah satu sahabatku untuk ikut bergabung. Tak lama setelah shalat Kak Opik pun datang dan beliau menginstruksikan untuk mengikutinya. Ternyata telah ada beberapa anak dari kelas lain. Kami pun duduk melingkar dan saling berkenalan.
Hari itu Kak Opik dengan pemnetornya sebut saja bapak umbar membawakan materi tentang Nama-nama Al-Qur’an. Pembawaannya santai dan dengan bahasa yang mudah di cerna untuk anak-anak remaja seperti kami ini. Entah mengapa hatiku sangat tenang dan damai mendengar dengan membawakan materi itu. Pertemuan perdana hari itu pun berakhir tepat pukul tiga. Anehnya saat pulang Kak Opik menjabat tangan kami satu persatu sambil cipika-cipika. Kami yang baru mendapat perlakuan seperti itu hanya tersenyum malu dan “agak aneh”. Melihat kami seperti orang kebingungan, Kak Opik hanya tersenyum sambil berkata “Beginilah cara salaman sesama muslim dengan saudaranya”. Kami semua pun tertawa ringan.
Sejak saat itu, saya selalu rutin ikut tarbiyah dengan Kak Hafshah. Setiap pekan ada selalu ada “personil tambahan”. Dari tarbiyah ini saya mengenal islam itu indah .
Suatu hari, saat jam istirahat Kak Opik menghampiri kelasku. Beliau mengajak aku ikut pengajian dengannya saat pulang sekolah nanti. Aku pun nurut aja. Dalam hati aku berkata “Wah, kebetulan banget. Padahal dari dulu aku pengen banget kenal dan ngobrol sama Kak Opik. Eh, ternyata dia yang duluan ngajak aku kenalan dan ngobrol”. Pulang sekolah pun aku bergegas ke masjid sekolah. Aku langsung shalat Dhuhur dulu sambil menunggu Kak Opik. Saat itu aku ngajak salah satu sahabatku untuk ikut bergabung. Tak lama setelah shalat Kak Opik pun datang dan beliau menginstruksikan untuk mengikutinya. Ternyata telah ada beberapa anak dari kelas lain. Kami pun duduk melingkar dan saling berkenalan.
Hari itu Kak Opik dengan pemnetornya sebut saja bapak umbar membawakan materi tentang Nama-nama Al-Qur’an. Pembawaannya santai dan dengan bahasa yang mudah di cerna untuk anak-anak remaja seperti kami ini. Entah mengapa hatiku sangat tenang dan damai mendengar dengan membawakan materi itu. Pertemuan perdana hari itu pun berakhir tepat pukul tiga. Anehnya saat pulang Kak Opik menjabat tangan kami satu persatu sambil cipika-cipika. Kami yang baru mendapat perlakuan seperti itu hanya tersenyum malu dan “agak aneh”. Melihat kami seperti orang kebingungan, Kak Opik hanya tersenyum sambil berkata “Beginilah cara salaman sesama muslim dengan saudaranya”. Kami semua pun tertawa ringan.
Sejak saat itu, saya selalu rutin ikut tarbiyah dengan Kak Hafshah. Setiap pekan ada selalu ada “personil tambahan”. Dari tarbiyah ini saya mengenal islam itu indah .
Itulah sepucuk cerita yang
mempunyai banyak hikmah untuk diriku yang membawaku kejalan yang indah dan
mendapatkan ketentraman hati, dan sampai saat ini pun Alhamdulillah saya masih
istiqomah dengan semua ini karena saya sudah komitmenkan bahwa tarbiyah
islamiyah adalah sebuah kebutuhan yang harus kita penuhi sebagai makanan jiwa
rohani kita, so marilah ikut tarbiyah dan dengan tarbiyah islamiyah hidupmu
terarah .
dalam catatan tarbiyah
to be continue

No comments:
Post a Comment