Friday, 6 March 2015

Surat untuk kehidupan

Assalamualaikum

Akhi apa kabarmu? Masih ada iman saat ini? Masih tarbiyah kah di setiap pekanmu? Ya akhi, slama kita berpisah saat keluar dari sma dulu, saya merasa kesepian dan sedikit yang mengingatkanku dalam kebaikan, tak ada yang kasih pesan, ya akhi saat ini ayo shalat qiyamulail.

Pernahkah kau ingat aku? Semenjak kau tak pegang alat komunikasi, kini sepi dg nasihat-nasihat pesan kebaikan.

Ingatkan lah aku dgn sepucuk surat yang kau balas nanti .
Dirimulah penguat iman dalam diri dan engkaulah pelantara agar aku dapat terus ada di jalan dakwah islam ini

Ciamis, 07032015
Sahabatmu
Wildan Fadilah

Indahnya islam dalam pendidikan


Indahnya islam dalam pendidikan

dan biasa dilakukan, karena semenjak dini mereka dilatih melakukan kedustaan dan kebohongan.
Diantara keistimewaan metode pendidikan dalam syari’at Al Qur’an ialah ditanamkannya nilai-nilai keimanan kepada Allah Ta’ala, rasa takut kepada-Nya, senantiasa tawakkal dan sadar serta yakin bahwa segala kebaikan dan juga segala kejelekan hanya Allah yang memiliki, tiada yang mampu mencelakakan atau memberi kemanfaatan kepada manusia tanpa izin dari Allah Ta’ala. Sehingga dengan menanamkan keimanan kepada Allah Ta’ala sejak dini semacam ini, menjadikan masyarakat muslim berjiwa besar, tangguh bak gunung yang menjulang tinggi ke langit, bersih jauh dari sifat-sifat kemunafikan, penakut, berkhianat, memancing di air keruh atau menggunakan kesempatan dalam kesempitan.
Kisah berikut adalah salah satu contoh nyata pendidikan Islam yang pernah dicontohkan oleh Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam kepada umatnya,
“Dari Ibnu Abbas Radhiallahu’anhu ia berkata, Suatu hari aku membonceng Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam, maka beliau bersabda kepadaku, “Wahai nak, sesungguhnya aku akan ajarkan kepadamu beberapa kalimat: Jagalah (syari’at) Allah, niscaya Allah akan menjagamu, jagalah (syari’at) Allah, niscaya engkau akan dapatkan (pertolongan/perlindungan) Allah senantiasa dihadapanmu. Bila engkau meminta (sesuatu) maka mintalah kepada Allah, bila engkau memohon pertolongan, maka mohonlah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah (yakinilah) bahwa umat manusia seandainya bersekongkol untuk memberimu suatu manfaat, niscaya mereka tidak akan dapat memberimu manfaat melainkan dengan sesuatu yang telah Allah tuliskan untukmu, dan seandainya mereka bersekongkol untuk mencelakakanmu, niscaya mereka tidak akan mampu mencelakakanmu selain dengan suatu hal yang telah Allah tuliskan atasmu. Al Qalam (pencatat taqdir) telah diangkat, dan lembaran-lembaran telah kering.” (HR. Ahmad, dan At Tirmizi dan dishahihkan oleh Al Albani)
Dan berikut adalah salah satu contoh generasi yang telah tertanam pada dirinya pendidikan Al Qur’an, yang senantiasa mengajarkan agar setiap manusia senantiasa mengingat Allah, dan senantiasa sadar

to be continue 

indahnya islam dalam pendidikan


indahnya islam dalam pendidikan

“Sesungguhnya Allah, seluruh Malaikat-Nya, seluruh penghuni langit-langit dan bumi, sampaipun semut yang berada di dalam liangnya, dan sampai pun ikan, senantiasa memuji dan mendoakan untuk orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.” (HR. At Tirmizi dan dishahihkan oleh Al Albani)
Sebagaimana Syari’at Al Qur’an juga mengajarkan agar pendidikan yang disampai kepada masyarakat senantiasa didasari oleh data yang autentik dan kebenaran. Sebagai salah satu contoh nyata hal ini ialah kisah berikut,
“Dari Abdullah bin ‘Amir, ia menuturkan: Pada suatu hari ibuku memanggilku, sedangkan Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam sedang duduk-duduk di rumah kami, kemudian ibuku berkata, Hai nak, kemarilah, aku beri engkau sesuatu. (Ketika mendengar perkataan ibuku itu) Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadanya, Apakah yang hendak engkau berikan kepadanya? Ibuku menjawab, Aku hendak memberinya kurma, Lalu Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadanya, Ketahuilah sesungguhnya engkau bila tidak memberinya sesuatu, maka ucapanmu ini niscaya dicatat sebagai satu kedustaanmu.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Al Baihaqi dan dishahihkan oleh Al Albani)
Demikianlah pendidikan dalam syari’at Al Qur’an, oleh karena itu tidak mengherankan bila Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam menjadikan kedustaan sebagai salah satu kriteria orang-orang munafik.
“Pertanda orang-orang munafik ada tiga, bila ia berbicara ia berdusta, bila ia berjanjia ia ingkar, bila diamanati ia berkhianat.” (Muttafaqun ‘alaih)
Bila kita bandingkan hadits ini dengan fenomena pendidikan yang ada dimasyarakat kita, baik yang ada dalam keluarga, atau di masyarakat atau di sekolah-sekolah, niscaya kita dapatkan perbedaan yang amat besar. Pendidikan di masyarakat banyak yang disampaikan dengan kedustaan dan kebohongan, misalnya melalui dongeng palsu, cerita kerakyatan, cerita fiktif, sandiwara, film-film yang seluruh isinya berdasarkan pada rekayasa dan kisah-kisah palsu dll.
Oleh karena itu tidak heran bila di masyarakat kita perbuatan dusta merupakan hal yang amat lazim terjadi 

to be continue

Indahnya Islam dalam pendidikan


Indahnya Islam dalam pendidikan


Pendidikan adalah suatu hal yang amat urgen dalam kehidupan umat manusia secara umum, dan dalam kehidupan umat Islam secara khusus. Oleh karena itu Syari’at Al Qur’an memberikan perhatian yang amat besar, sampai-sampai ayat Al Qur’an yang pertama diturunkan adalah 5 ayat dalam surat Al ‘Alaq, yang memerintahkan umat manusia untuk membaca dan belajar.

Bukan hanya itu, bahkan syari’at Al Qur’an telah menjelaskan bahwa kahidupan manusia baik di dunia atau di akhirat tidaklah akan menjadi baik melainkan dengan didukung oleh pendidikan yang baik dan benar. Oleh karena itu seluruh mahluk yang ada di dunia ini dinyatakan senantiasa mendoakan kebaikan kepada setiap orang yang berjuang dengan mengajarkan kebaikan kepada umat manusia. Mari kita renungkan bersama sabda Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam berikut ini,

to be continue

Indahnya islam


Indahnya islam

Memang benar bahwa hidayah itu datang pada siapa saja. Saya mengenal dakwah ini melalui kegiatan bernama tarbiyah sejak MAN kelas satu. Mulanya saya diajak oleh seorang kakak kelas yang kebetulan adalah rekan diosis saya sendiri . Sebut saja namanya Kak opik . Sejak awal saya memang sangat mengagumi sosoknya. Selain cerdas, baik, dan ramah, Kekagumanku semakin bertambah saat masuk MAN. Kak opik didaulat sebagai salah satu siswa berprestasi dalam pakaiannya yang begitu rapih. Selain itu, beliau juga sering mengingatkan teman sekelasnya dan memberi ilmu islami. Tak peduli orang mau mengatakan “sok alim”. Ia tetap PD (percaya diri) dengan apa yang diamalkannya.

Suatu hari, saat jam istirahat Kak Opik menghampiri kelasku. Beliau mengajak aku ikut pengajian dengannya saat pulang sekolah nanti. Aku pun nurut aja. Dalam hati aku berkata “Wah, kebetulan banget. Padahal dari dulu aku pengen banget kenal dan ngobrol sama Kak Opik. Eh, ternyata dia yang duluan ngajak aku kenalan dan ngobrol”. Pulang sekolah pun aku bergegas ke masjid sekolah. Aku langsung shalat Dhuhur dulu sambil menunggu Kak Opik. Saat itu aku ngajak salah satu sahabatku untuk ikut bergabung. Tak lama setelah shalat Kak Opik pun datang dan beliau menginstruksikan untuk mengikutinya. Ternyata telah ada beberapa anak dari kelas lain. Kami pun duduk melingkar dan saling berkenalan.

Hari itu Kak Opik dengan pemnetornya sebut saja bapak umbar membawakan materi tentang Nama-nama Al-Qur’an. Pembawaannya santai dan dengan bahasa yang mudah di cerna untuk anak-anak remaja seperti kami ini. Entah mengapa hatiku sangat tenang dan damai mendengar dengan membawakan materi itu. Pertemuan perdana hari itu pun berakhir tepat pukul tiga. Anehnya saat pulang Kak Opik menjabat tangan kami satu persatu sambil cipika-cipika. Kami yang baru mendapat perlakuan seperti itu hanya tersenyum malu dan “agak aneh”. Melihat kami seperti orang kebingungan, Kak Opik hanya tersenyum sambil berkata “Beginilah cara salaman sesama muslim dengan saudaranya”. Kami semua pun tertawa ringan.

Sejak saat itu, saya selalu rutin ikut tarbiyah dengan Kak Hafshah. Setiap pekan ada selalu ada “personil tambahan”. Dari tarbiyah ini saya mengenal islam itu indah .

Itulah sepucuk cerita yang mempunyai banyak hikmah untuk diriku yang membawaku kejalan yang indah dan mendapatkan ketentraman hati, dan sampai saat ini pun Alhamdulillah saya masih istiqomah dengan semua ini karena saya sudah komitmenkan bahwa tarbiyah islamiyah adalah sebuah kebutuhan yang harus kita penuhi sebagai makanan jiwa rohani kita, so marilah ikut tarbiyah dan dengan tarbiyah islamiyah hidupmu terarah . 

dalam catatan tarbiyah
to be continue

Idola kita siapa ?


Idola kita siapa ?

Apa yang dipikiran anda tentang idola ? orang yang berpenampilan keren? Karyanya banyak ? atau hartanya yang melimpah ? . hmm .. setiap manusia pasti mempunyai idola yang dibangga-banggakan, mau yang tua atau muda bahkan anak kecil sekalipun pasti mempunyai idola yang dibangga-banggakan , tapi siapakah idola kita? Pernahkan melihat idola kita dari segi kelakuannya? Sodaqohnya ? atau kebaikan dan ketaatan kepada tuhaNya? Jauh mungkinya ya dengan hal itu apalagi pada jaman sekarang, mungkin susah mencari orang yang idolanya seprti, pasti yang dikatakan idola itu yang keren, karyanya banyak tanpa melihat dari kelakuannya .
Pada jaman ini yang penuh dengan fitnah-fitnah yang besar dalam kehidupan yang nyata bagi orang-orang baik dan menegakan ketaatan untuk tuhanNya, sangatlah susah untuk menyadar manusia-manusia yang belum terbuka hatinya dan tersadarkan bahwa yang dihadapinya bukan menyelamatkannya , seakan mereka hanya hidup didunia saja tanpa memikirkan kehidupan kedua nanti .
Mari para remaja muslim saatnya kita buktikan indentitas kita sebagai muslim sejati yang ingin menegakan panji-panji kebaikan dalam hidup in, mengajakan orang-orang untuk bisa ada dijalan yang benar dengan agama tauhid yaitu islam .
Karena yang patut diidolakan dalam hidup ini hanyalah nabi kita muhammad, nabi terkhir kita yang memberikan cahaya kebaikan keseluruh penjuru dunia ini yang didalam dirinya ada suri tauladan yang baik dengan sangat berkorban untuk perjuangan dakwah ini yang hasilnya untuk kita semua denga jalan peperangan yang beliau hadapi dan caci maki yang beliau terima. Dengan kesabaran beliaulah islam ini tegak dan sekarang kita merasakan bagaimana islam ini indah dengan seluruh ibadah-ibadah dan lantunan ayat suciNya . dan pada akhir hayatnya beliau terus memikirkan kita dan pada akhirnya kitalah yang di ucapkannya umati, umati, umati .

Sudahkah kita berkorban untuk dirinya, bersholawat disetiap hari kita, dan mendoakan beliau . ku rasa kita masih jauh sangatlah jauh dengan kecintaan beliau kepada kita dan kecintaan kita kepada beliau. Hmm mari evalusi diri apakah nabi kita telah menjadi idola kita dalam setiap kelakuan dan ketaatan kepada tuhan kita . ayo saudaraku kita alihkan idola kita hanya kepada nabi kita karena dalam dirinya terdapat suri tauladan yang baik .

dalam catatan tarbiyah
to be continue 

Tuhan itu yang mana ?


Tuhan itu yang mana ?
Pernahkah dalam hati kita bertanya-tanya siapakah tuhan kita ? yang manakah Alloh itu ? seakan kita ingin tahu Alloh itu seperti apa, seakan kita ingin dapat buktinya seperti apa . hmm tapi jangan seperti saudaraku, karena itu hanya akan memper rieut kita, mempersempit pikiran kita, tugas kita hanya mengimaninya dan tak usah memikirkan Alloh itu seperti . betul gak ?
Pernahkah kita mendengar kisah nabi musa yang ingin melihat tuhannya? Pasti tahukah.
Pada saat itu nabi musa memohon kepada Alloh untuk mendampakkan diri, dan Alloh berkata kepada nabi musa, engkau takkan sanggup melihat, dan Alloh perintahkan kepada nabi musa untuk terus menatap tebing yang ada didepannya dan seakan nabi musa tak sanggup melihatnya, dan nabi musa pun bertobat pada saat itu .
Ayo mari bertobat ketika kita sibuk memikirkan seperti apa sih Alloh itu, mari ucapkan istigfar “astagfirulloh” . tenangkan hati dan pikirannya , mari lanjut .
Setiap orang pasti pernah mengalami masa pencarian tuhannya dan mencari jalan yang terbaik untuk dirinya memikirkan tujuan hidup ini. Pastikan setiap muslim mempunyai tujuan dalam hidupnya kalo tak punya tujuan dalam hidupnya itu patut dipertanyakan kemanusiaannya, karena orang yang hidup itu pasti punya tujuan pikiran dan apa yang diingin kalo tak punya dia disebut , tapi bisa aja mungkin disebut orang yang tak normal mah .
Seperti halnya nabi ibrahim yang pada saat itu bingung dengan apa yang disembuh oleh manusia karena manusia membuat patung-patung yang disembah orang dirinya. Kita cerita lagi tentang nabi kita sekarang nabi ibrahim, mari simak .
Rasa ingin tahu merasuki jiwa Ibrahim, selama ini ia hanya melihat bongkahan batu dan tanah di dalam gua. Ketika ibunya sedang pergi ke kota mencari makanan, ia pun mencoba keluar gua. Begitu menapakkan kakinya di luar gua, Ibrahim tercengang. Ia benar-benar takjub melihat alam yang sangat luas, gunung-gunung menjulang tinggi, langit biru terbentang luas, ombak laut berkejar-kejaran. Di siang hari ia melihat cerahnya mentari, di malam hari ia melihat sinar bulan yang menerangi malam.
Sejak kecil Nabi Ibrahim sudah mendapat petunjuk dari Tuhan, ia merasa heran melihat orang-orang yang menyembah patung padahal patung-patung itu tak bisa bicara, tak bisa melihat, tak bisa mendengar dan tak bisa memberikan pertolongan. Mengapa mereka menyembah benda mati ?” demikian pertanyaan yang timbul di benak Ibrahim. Jika ia bertemu dengan unta, kambing dan domba-domba selalu bergolak pertanyaan dalam hatinya, siapakah yang menciptakan semua itu ? Ibrahim ingin mencari siapakah yang berkuasa atas semua ini, siapakah seharusnya yang pantas dijadikan Tuhan dan wajib disembah ? Ketika malam tiba, ia melihat bulan dan bintang-bintang, namun bulan itu akhirnya tenggelam tak tampak lagi. Pada siang hari ia melihat matahari, namun disenja hari matahari itu juga tenggelam tak Nampak lagi. Ibrahim berkata dalam hatinya : “Aku tidak suka bertuhan yang tenggelam itu.” Akhirnya Ibrahim dapat menemukan kesimpulan, akal pikirannya yang masih suci bersih itu memutuskan bahwa Tuhan adalah Yang menciptakan semua alam ini. Berkata dalam hatinya : “Tuhanku adalah yang menciptakan langit dan bumi, Tuhanku yang menciptakan manusia, tetumbuhan, hewan dan apa-apa saja yang terdapat di muka bumi ini.
Udah dibacanya, udah paham ? dalam pencarian tuhannya beliau terus memikirkan dengan akalnya tentang penciptaan bumi, siapakah yang menciptakan semua ini, dan akhirnya beliau bisa menyimpulkan bahwa tuhan itu yang menciptakan segalanya dan tak bisa dilihat. So bahwa tuhan itu yang tak bisa dilihat, tuhan itu yang menciptakan semua ini menciptakan kita dan menciptakan seluruh alam semesta ini baik didalamnya maupun diluarnya .
Dan setiap pencarian tuhan atau kebaikan membutuhkan proses yang harus kita jalani, pemikiran yang harus kita pakai dan hati yang kuat untuk berjuang. Dengan pengorbanan beberapa hari beberapa waktu beberapa bulan bahkan beberapa tahun bisa jadi. Dengan jalan seperti itulah cara tuhan untuk meneguhkan kita untuk selalu beriman kepadanya, berdoa kepadanya dan bergantung kepadanya setiap ada masalah dengan perjuangan yang dijalani . dan dengan itu juga cara tuhan untuk menumbuhkan rasa cinta dan pengorbanan dalam ketaqwaan padaNya . karena pada hakikatnya rasa taqwa itu berbarengan dengan rasa cinta kepada ibadah, berdoa dan curhatan masalah kepadNya . betul gak ? udah benar-benar taqwa belum? Kalo belum berarti kita sama J .
Saudaraku, pada hakikatnya semua orang yang hidup ke dunia ini sudah ditunjukan kepada jalan yang baik dan jalan yang tidak baik, dengan kebijakan setiap manusia mereka akan dipilihkan dalam hal itu atas skenario yang telah Alloh berikan, menghadapi semua itu pasti akan terjadi, yang jelas sebijak apakah kita dalam memilih jalan kita didunia, apakah kita akan memilih jalan yang baik atau jalan yang buruk . semoga kita terus memilih jalan yang dan tidak tergoda dengan jalan yang tidak baik yang hanya akan menipu kita dan tak ada bekal amal untuk akhirat kita .
Kemanapun engkau pergi waspadalah dengan godaan-godaan yang ada di depannya karena godaan akan datang kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa saja .

Bekallah ilmu ketika engkau berpergian dan bekallah amal ketika kau mati .

dalam catatan tarbiyah 
to be continue