indahnya islam dalam pendidikan
“Sesungguhnya
Allah, seluruh Malaikat-Nya, seluruh penghuni langit-langit dan bumi, sampaipun
semut yang berada di dalam liangnya, dan sampai pun ikan, senantiasa memuji dan
mendoakan untuk orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.” (HR. At
Tirmizi dan dishahihkan oleh Al Albani)
Sebagaimana
Syari’at Al Qur’an juga mengajarkan agar pendidikan yang disampai kepada
masyarakat senantiasa didasari oleh data yang autentik dan kebenaran. Sebagai
salah satu contoh nyata hal ini ialah kisah berikut,
“Dari
Abdullah bin ‘Amir, ia menuturkan: Pada suatu hari ibuku memanggilku, sedangkan
Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam sedang duduk-duduk di rumah kami,
kemudian ibuku berkata, Hai nak, kemarilah, aku beri engkau sesuatu. (Ketika
mendengar perkataan ibuku itu) Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda
kepadanya, Apakah yang hendak engkau berikan kepadanya? Ibuku menjawab, Aku
hendak memberinya kurma, Lalu Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda
kepadanya, Ketahuilah sesungguhnya engkau bila tidak memberinya sesuatu, maka
ucapanmu ini niscaya dicatat sebagai satu kedustaanmu.” (HR. Ahmad, Abu Dawud,
Al Baihaqi dan dishahihkan oleh Al Albani)
Demikianlah
pendidikan dalam syari’at Al Qur’an, oleh karena itu tidak mengherankan bila
Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam menjadikan kedustaan sebagai salah satu
kriteria orang-orang munafik.
“Pertanda
orang-orang munafik ada tiga, bila ia berbicara ia berdusta, bila ia berjanjia
ia ingkar, bila diamanati ia berkhianat.” (Muttafaqun ‘alaih)
Bila kita
bandingkan hadits ini dengan fenomena pendidikan yang ada dimasyarakat kita,
baik yang ada dalam keluarga, atau di masyarakat atau di sekolah-sekolah,
niscaya kita dapatkan perbedaan yang amat besar. Pendidikan di masyarakat
banyak yang disampaikan dengan kedustaan dan kebohongan, misalnya melalui
dongeng palsu, cerita kerakyatan, cerita fiktif, sandiwara, film-film yang
seluruh isinya berdasarkan pada rekayasa dan kisah-kisah palsu dll.
Oleh karena itu tidak heran bila di masyarakat kita
perbuatan dusta merupakan hal yang amat lazim terjadi to be continue

No comments:
Post a Comment